Rencanakanlah Jarak Kehamilan

Penting untuk diperhatikan, bahwa merencanakan kehamilan setelah menikah menjadi hal yang patut dilakukan setiap pasangan. Setelah menikah tentu anda akan merencanakan kapan akan memiliki anak dan berapa nantinya jumlah anak yang dimiliki. Jumlah anak di Indonesia, sering di kaitkan dengan peribahasa “banyak anak, banyak rezeki”. Ya memang ada betulnya banyak anak akan banyak rezeki, itu apabila kita sudah tua dan anak kita semua sukses. Tapi penting untuk anda perhatikan bahwa menghidupi banyak anak diawal akan sangat sulit.

Banyak anak, banyak rezeki hanyalah mitos! Okelah jika kondisi keuangan anda memadai tapi kalau kondisi keuangan  anda pas-pasan, hanya akan membuat hidup anda sebagai pasangan semakin terbebani. Inilah salah satu faktor juga yang mengakibatkan banyaknya kasus perdagangan anak.

mencegah kehamilan tak diinginkan
image: m1psychology.com

Tapi ada yang tidak kalah penting yaitu merencanakan jarak kehamilan agar kelak tidak terjadi niat pengguguran janin. Berdasarkan informasi yang penulis terima banyak pasangan yang sudah menikah hamil kembali padahal belum genap 1 tahun melahirkan anak pertama mereka sehingga dapat membahayakan bekas jahitan (jika lahir cesar) apabila kehamilan kedua ini dilanjutkan. Diluar sana banyak pasangan yang menanti-nanti kehamilan, nah yang ini malah ingin digugurkan. Sangat disayangkan bukan..

Mereka akhirnya datang ke klinik aborsi di jakarta untuk menggugurkan janin anak kedua mereka. Pertanyaannya : mengapa tidak ke rumah sakit. Bukannya rumah sakit lebih lengkap dan aman?

Di Indonesia aborsi hanya diperbolehkan untuk 2 alasan yakni : kehamilan akibat pemerkosaan dan kehamilan yang membahayakan sang ibu (indikasi medis). Hal ini tertulis dalam UUD no. 36 tahun tahun 2009 tentang kesehatan. Kehamilan akibat perkosaan itupun juga harus dibuktikan dengan Pasal 34 ayat (2) PP 61/2014 :

A. usia kehamilan sesuai dengan kejadian perkosaan, yang dinyatakan oleh surat keterangan dokter; dan;

B. keterangan penyidik, psikolog, dan/atau ahli lain mengenai adanya dugaan perkosaan.

Maka rumah sakit dalam hal ini tidak dapat menggugurkan kehamilan si ibu tersebut karena masuk ke dalam kategori ilegal. Akhirnya tidak ada pilihan lain selain praktek dokter spesialis atau klinik. Ini pun sebenarnya tindakan yang ilegal, namun beberapa klinik dokter spesialis di Jakarta disinyalir menerima sekalipun si wanita kehamilan akibat pergaulan bebas (hamil diluar nikah). Tapi mencari klinik seperti ini susah susah gampang. Ada calo nantinya yang malah akan membawa anda ke klinik yang membahayakan.

Kalau anda sudah merencanakan kehamilan anak kedua anda misalnya jarak 1-3 tahun dengan anak kedua, dengan begitu anda akan tenang dan tidak perlu bersusah payah mencari layanan aborsi yang menerima anda.

Maka, rencanakanlah dahulu dengan matang setelah kelahiran anak pertama. Kalau ingin berhubungan seks, pakailah kontrasepsi yang baik agar tidak terjadi kehamilan yang tidak diinginkan.

Iklan